Perubahan itu akhirnya datang juga..

change-flickr-david-reece copyAkhirnya gue mengambil sebuah keputusan dengan merubah format blog ini dengan segmentasi yang lebih luas. Pertimbangan ini gue ambil untuk ningkatin intensitas ngeblog. Jadi gak terbatas hanya soal travelling. Opini gue terhadap sebuah fenomena atau apapun akan coba gue tuangkan lewat tulisan dan share melalui media blog ini. Setelah gue inget-inget ternyata gue punya beberapa blog. Maksud hati sih setiap blog punya kontent dengan tema yang berbeda. Tapi apa daya, malah gak fokus. Maka dari itu, gue coba untuk fokus sama blog yang ini. Minimal sebagai media untuk membagi artikel-artikel yang gue buat.

Tapi jangan khawatir bagi penggemar foto-foto gue (kayak punya fans aja gue). Blog ini akan tetap men-share setiap aktivitas travelling gue dengan foto-foto ciamiknya. Bahkan blog ini nantinya juga akan memperlihaktkan foto-foto menarik yang gue dapat dari keseharian. Oke, nantinya blog ini akan menampilkan artikel-artikel menarik yang cukup informatif. Selain itu tetap menceritakan kejadian-kejadian yang gue alamin dan layak buat diceritain. (msd)

Advertisements

SEREWE, LOMBOK

Bagi saya, kurang lengkap rasanya saat melakukan travelling jika tidak mengunjungi lokasi yang belum popular bagi khalayak umum. Kesempatan saya saat berada di Lombok adalah menelusuri keindahan potensi alam di wilayah Serewe, yang terletak di Kabupaten Lombok Timur bagian selatan. Continue reading

Dieng Culture Festival 2011

Dieng Culture Festival 2011, sebuah pagelaran budaya yang diselenggarakan oleh masyarakat Banjarnegara pada setiap tahunnya. Menyuguhkan upacara Ritual Rambut Gembel sebagai acara inti, serta kegiatan pameran aneka produk unggulan Dieng, kesenian dan berbagai permainan hiburan. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 1-3 Juli 2011 ini berlangsung meriah. Terdapat penampilan pentas seni kebudayaan seperti Tarian Topeng, Warok dan juga Barongsai. Continue reading

Pesona Dataran Tinggi Dieng


Bagi sebagian kalangan, travelling itu tidak hanya berkunjung ke sebuah wilayah dengan potensi wisata alamnya. Lebih dari itu, mendekatkan diri dan mengenal masyarakat sekitar, yang kemudian berinteraksi dengan unsur lokalitas yang dimiliki. Maka dari situlah kita akan lebih mengenal dekat seperti apa kearifan lokal yang dimiliki bangsa ini. Pemberitaan media massa tentang timbulnya gas beracun di kawasan dataran tinggi Dieng pada medio Mei 2011, memiliki dampak pada penurunan kunjungan masyarakat ke wilayah tersebut. Khususnya di lokasi wisata Dieng yang terdapat banyak candi. Foto-foto ini akan menampilkan bagaimana kondisi kawasan wisata Dieng di tengah isu gas beracun yang menerpa. Jarak lokasi ini berkisar 15 km dari kawasan kawah Timbang yang menjadi pusat semburan gas beracun. Sehingga tergolong aman untuk dikunjungi. Berbagai aktivitas masyarakat lokal terekam dalam rangkaian hasil foto. Dieng terbagi pada dua wilayah administrasi Kabupaten Wonosobo dan banjarnegara. Lokasi yang berada di dataran tinggi jelas membuat cuaca dengan suhu yang terbilang sangat dingin.

Continue reading

“Kaki Langit” Jubing paksa penonton tepuk tangan

Jubing kristianto, seorang gitaris fingerstyle asal Semarang meluncurkan album terbarunya berjudul Kaki Langit. Acara yang diselenggarakan  di Bentara Budaya Jakarta pada 3 Maret 2011  tersebut dihadiri ratusan penggemar dan memaksa mereka untuk memberikan tepuktangannya. Acara berlangsung sekitar 2 jam, dan mampu membius para penggemar dengan sentuhan ajaib jemarinya dalam alunan petikan gitar menjadi sangat syahdu. Kolaborasi dengan Reda Guadioamo menampilkan musikalisasi puisi karya Sapardi Djoko Damono serta Didiet yang mampu mengharmonisasikan tersebut dengan permainan biola.

Jubing di  Bentara Budaya Jakarta
Continue reading

Gugun Blues Shelter

Gugun Blues Shelter pukau ratusan penggemarnya yang menyaksikan langsung penampilannya di Bentara Budaya Jakarta, Kamis 27 Januari 2011. Meskipun sempat mengalami gangguan sound sistem pada awal-awal penampilan, namun hal tersebut terbayar dengan 25 lagu yang mereka nyanyikan. Sontak penggemar musik blues yang hadir sangat menikmati alunan musik dalam 2,5 jam penampilannya.
Continue reading